Rabu, 02 Desember 2015

rencana pelaksanaan pembelajaran kejujuran,amanah, dan istiqomah



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

A.                Materi pokok
1.                  Pengertian Kejujuran, Amanah , dan Istiqamah
2.                  Hikmah dari Kejujuran, Amanah , dan Istiqamah
B.                 Alokasi waktu : 2 x 35 menit

C.                 Kompetensi Inti ( KI )
KI.2     Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI.3     Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
KI.4     Mencoba, mengolah, dan menyaji, dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dalam ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

D.                Kompetensi Dasar
2.1       Menghargai perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al- Baqarah/2:42 dan hadis terkait.
2.5       Menghargai perilaku amanah sebagai implementasi dari Q.S. al-Anfal /8: 27 dan hadis terkait.
2.6       Menghargai perilaku istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al Ahqaf/46:13 dan hadis terkait.
3.6       Memahami makna amanah sesuai kandungan Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis terkait.
3.7       Memahami makna istiqamah sesuai kandungan Q.S. al- Ahqaf/46:13 dan hadis terkait.
4.6       Mencontohkan perilaku amanah sesuai kandungan dari Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis terkait.
4.7       Mencontohkan perilaku istiqamah sesuai kandungan Q.S. al- Ahqaf/46:13 dan hadis terkait.

E.                 Indikator Pencapaian Kompetensi
1.                  Menjelaskan Kejujuran, Amanah , dan Istiqamah
2.                  Memberikan contoh Kejujuran, Amanah , dan Istiqamah dalam kehidupan sehari – hari.
3.                  Memahami kandungan dari Q.S. al- Baqarah/2:42 dan hadis terkait.
4.                  Memahami kandungan dari Q.S. al-Anfal /8: 27 dan hadis terkait.
5.                  Memahami kandungan dari  Q.S. al Ahqaf /46:13 dan hadis terkait.
F.                  Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:

1.         Menyebutkan pengertian jujur, sesuai dengan Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait.
2.         Menjelaskan makna jujur sesuai dengan Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait.
3.         Menunjukkan contoh jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Baqarah/ 2:42 dan hadis yang terkait.
4.         Menampilkan perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Baqarah/ 2:42 dan hadis yang terkait.
5.         Menyebutkan pengertian am±nah sebagai implementasi dari Q.S. al Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.
6.         Menjelaskan makna amanah sebagai implementasi dari Q.S. al Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.
7.         Menunjukkan contoh perilaku amanah sebagai implementasi dari Q.S. al Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.
8.         Menampilkan contoh perilaku am±nah sebagai implementasi dari Q.S. al Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.
9.         Menyebutkan pengertian istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al- Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.
10.       Menjelaskan makna istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al- Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.
11.       Menunjukkan contoh perilaku istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.al- Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.
12.       Menampilkan contoh perilaku istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.al- Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.

G.                Proses Pembelajaran
1.      Persiapan
a.       Mempersiapkan media / alat bantu bisa berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton ( tulisan yang besar dan mudah dilihat / dibaca di kertas karton dan dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya ).
b.      Pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam dan do’a bersama, dilanjitkan dengan memeriksa kehadiran siswa, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk, disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
c.       Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif tentang materi yang akan dibahas dan yang telah di bahas pertemuan sebelumnya.
d.      Menyampaikan tujuan pembelajaran
2.                  Pelaksanaan
a.       Menyampaikan
§  Guru membacakan isi materi di ikuti dengan siswa mencatat apa yang di sampikan oleh guru.
§  Guru memancing pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang di sampaikan.
b.      Menanya
§  Murid bertanya kepada guru tentang apa yang ia ketahui tentang Kejujuran, Amanah , dan Istiqamah
§  Guru mendorong siswa lain untuk menjawab pertanyaan siswa yang bertanya.kemudian guru menjelaskan tentang pertanyaan tersebut.
c.       Menjelaskan
§  Guru menjelaskan materi di depan dan menuliskan di papan tulis.
§  Sesekali guru memberikan pertanyaan kepada siswa agar siswa agar terjadi komunikasi.
d.      Mengkaji
§  Peserta didik mengkaji tentang ayat yang membahas tentang Kejujuran, Amanah , dan Istiqamah
§  Dalam mengkaji, terlebih dahulu di bagi menjadi beberapa kelompok yang masing – masing kelompok berjumlah kurang lebih 5 – 7 orang.
e.       Diskusi
§  Masing – masing kelompok saling berdiskusi tentang materi yang di bahas.
f.       Presentasi
§  Setiap kelompok mengajukan perwakilan 1 orang untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya
§  Setiap kelompok wajib memberikan tanggapan berupa pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.
g.      Mengkomunkasikan
§  Siswa memberikan kesimpulan dari penjelasan yang telah di sampaikan oleh guru.
§  Guru memberikan kesimpulan dari materi yang telah di sampaikan
3.                  Penutup
a.       Guru memberikan penialaian singkat terkait pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran
b.      Guru bersama murid mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah di laksanakan.
c.       Guru memberi tugas kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan datang, yaitu tentang tata cara thaharah
d.      Guru bersama murid menutup pelajaran dengan do’a

H.                Materi Pelajaran

JUJUR
Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Kata hati nurani adalah sesuatu yang murni dan suci. Hati nurani selalu mengajak kita kepada kebaikan dan kejujuran. Namun, kadang, kita enggan mengikuti hati nurani. Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut dusta. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan bohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur..
Mengapa kita harus jujur?
Jujur itu penting. Berani jujur itu hebat. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan yang harmonis, baik, dan seimbang. Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi dan dicurangi, kita harus jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi:
“Dari Abdullah ibn Mas’ud r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga...” (H.R. Bukhari).

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “kejujuran itu mahal”. Ya, kejujuran memang sangat mahal karena berkata jujur itu terkadang sangat berat. Akan tetapi, agar dapat dipercaya orang, kita harus jujur. Rasulullah saw. telah memberi contoh nyata kepada kita. Pada masa jahiliyah sangat sulit mencari orang yang jujur.

Dengan kejujuran Rasulullah saw. menjadi orang yang paling terpercaya. Beliau mendapat gelar al-Am³n (dapat dipercaya) dari bangsa Quraisy. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membuat hati jadi was-was. Akan tetapi kadangkala, ada orang yang tidak suka dengan kejujuran. Hal ini dapat terjadi kalau orang itu akan terganggu oleh kejujuran kita itu. Meskipun demikian jangan takut dan risau karena lebih banyak pihak yang mendukung kejujuran. Kejujuran merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan dalam Islam. Seharusnya sifat jujur juga menjadi identitas seorang muslim. Katakan bahwa yang benar itu adalah benar dan yang salah itu salah. Jangan dicampuradukkan antara yang hak dan yang batil. Allah Swt. berfirman:

“Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”. (Q.S. al-Baqarah/2:42)

Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:
1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain,
2. mendapatkan banyak teman, dan
3. mendapatkan ketentraman hidup karena tidak memiliki kesalahan terhadap orang lain.
Amanah
Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). amanah juga berarti pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah Swt., seperti shalat , zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya. amanah berkaitan erat dengan tanggung jawab. Orang yang menjaga amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menjaga amanah itu penting. Kalau kalian setuju dengan pernyataan ini, mulai sekarang kalian harus berlatih untuk menjaga amanah. Kalian harus berlatih untuk bertanggung jawab. Untuk berlatih tidak sulit. Mulailah dari menjaga amanah yang kecil-kecil, seperti bertanggung jawab saat piket kebersihan. Kalian belajar dan sekolah dengan sungguh-sungguh. Itu juga bagian dari menjaga amanah. Melaksanakan ibadah shalat juga bagian dari menjaga amanah dari Allah Swt. Ternyata, tanpa disadari kalian sudah mulai berlatih menjaga amanah. Siapa tahu kelak di antara kalian ada yang mendapat amanah untuk menjadi seorang pemimpin. Jika kalian berlatih mulai dari sekarang, pada saat menjadi pemimpin tentu tidak sulit untuk menjaga amanah.
Rasulullah saw. bersabda:
“Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda:“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya...” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Nah, sekarang saatnya kalian mengetahui macam-macam bentuk am±nah.Am±nah itu dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a.         Amanah terhadap Allah Swt. Amanah ini berupa ketaatan akan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah swt. berfirman:
”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”.(Q.S. al-Anfal/8:27).

Contoh Amanah kepada Allah Swt., yaitu menjalankan semua yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang dilarangnya. Bukankah kita diciptakan oleh Allah Swt. Untuk mengabdi kepada-Nya?  Orang yang mengabdi kepada-Nya berarti telah memenuhi Amanah - Nya. Orang yang tidak mengabdi kepada-Nya berarti telah mengingkari Amanah -Nya

b.         Amanah  terhadap sesama manusia. Amanah ini meliputi hak-hak antarsesama manusia. Misalnya, ketika dititipi pesan atau barang, maka kita harus menyampaikannya kepada yang berhak. Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya Allah Swt. menyuruh kamu untuk menyampaikan Amanah kepada yang berhak menerimanya...”.(Q.S. an-Nisa’/4:58)
c. amanah terhadap diri sendiri. Amanah ini dijalani dengan memelihara dan menggunakan segenap kemampuannya demi menjaga kelangsungan hidup, kesejahteraan, dan kebahagiaan diri. Allah Swt. berfirman:
“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya”(Q.S. al-Mu’minμn/23:8)

2. Hikmah Perilaku Amanah
Orang yang berbuat baik kepada orang lain, sesungguhnya ia telah berbuat baik kepada diri sendiri. Begitu juga sikap am±nah memiliki dampak positif bagi diri sendiri. Di antara hikmah amanah adalah sebagai berikut.
a. Dipercaya orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesama manusia.
b. Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
c. Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.

3. Perilaku Amanah dalam Kehidupan Sehari-hari

Perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui kegiatankegiatan sebagai berikut.
a.         Menjaga titipan dan mengembalikannya seperti keadaan semula. Apabila kita dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya barang berharga, emas, rumah, atau barang-barang lainnya, maka kita harus menjaganya dengan baik. Pada saat barang titipan tersebut diambil oleh pemiliknya, kita harus mengembalikannya seperti semula.
b.         Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya untuk menjaga rahasia, baik itu rahasia pribadi, rahasia keluarga, rahasia organisasi, atau rahasia negara, maka kita wajib menjaganya supaya tidak bocor kepada orang lain.
c.         Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan adalah amanah yang wajib dijaga. Apabila kita diberi jabatan apapun bentuknya, maka kita harus menjaga

d.         Memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. berupa umur kesehatan, harta benda, ilmu, dan sebagainya. Semua nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. kepada umat manusia adalah am±nah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya

Pengertian Istiqamah
Istiqamah berarti sikap kukuh pada pendirian dan konsekuen dalam tindakan.
Dalam makna yang luas, istiqamah adalah sikap teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.
Seseorang yang mempunyai sifat istiqamah bagaikan batu karang yang berada di tengah-tengah lautan yang tidak tergeser sedikit pun, meskipun dihantam oleh gelombang yang sangat besar.
Istiqamah terwujud karena adanya keyakinan akan kebenaran dan siap menanggung risiko. Sikap ini wajib dimiliki setiap muslim, termasuk kita sebagai pelajar. Istiqamah dapat membantu kita untuk membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, kita sebagai pelajar harus memberikan
contoh yang baik kepada siapa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar. Allah Swt. berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqmah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati”. (Q.S. al- Ahqaf/46:13)
Ayat di atas menjelaskan sikap orang-orang istiq±mah, yaitu menepati dan mengikuti garis-garis yang telah ditentukan oleh agama, menjalankan semua perintah Allah Swt. dan meninggalkan semua larangan-Nya. Orang yang semacam itu tidak perlu khawatir terhadap diri mereka di hari kiamat karena Allah Swt. Menjamin keselamatan mereka.
3.                  Hikmah Perilaku Istiqamah
Di antara hikmah perilaku istiqamah adalah sebagai berikut.
a.   Orang yang istiqamah akan dijauhkan oleh Allah Swt. dari rasa takut dan sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang.
b.   Orang yang istiqamah akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan di dunia karena ia tekun dan ulet.
c.   Orang yang istiqamah dan selalu sabar serta mendirikan shalat akan selalu dilindungi oleh Allah swt.
3.         Perilaku Istiqamah dalam Kehidupan Sehari-hari Perilaku istiqamah dapat diwujudkan melalui kegiatan:
a.   selalu menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya dalam
      keadaan apa pun dan di mana pun;
b.   melaksanakan shalat tepat pada waktunya;
c.   belajar terus-menerus hingga paham;
d.   selalu menaati peraturan, baik yang ada di rumah, sekolah, maupun di masyarakat;
e.   selalu menjalankan kewajibannya dengan rasa senang dan nyaman, tidak merasa dipaksa atau dibebani.


I.              Strategi dan Metode Pembelajaran
1.            Strategi pembelajaran         :    Jigsaw Learning
2.            Model pembelajaran            : ceramah, Tanya jawab, diskusi kelompok.

J.            Media Pembelajaran
1.            Gambar / foto anak – anak sedang mengamati
2.            Skema singkat tentang materi
3.            Papan tulis putih

K.           Penilaian Hasil Pembelajaran
1.            Teknik                        :  non tes
2.            Bentuk                       : yaitu dengan memberikan pertanyaan kepada siswa melalui acak nomer absen
3.            Dengan melihat keaktifan siswa di dalam kegiatan belajar mengajar

No
Indikator
Butir Instrumen
jawaban
Skor
1
Menjelaskan pengertia   jujur, amanah, dan istiqamah
Jelaskan pengertian jujur, amanah, dan istiqamah


25
2
Menjelaskan ayat yang membahas tentang jujur, amanah, dan istiqamah
Jelaskan ayat yang membahas tentang jujur, amanah, dan istiqamah


25
3
Menjelaskan macam – macam Amanah
Sebutkan macam – macam Amanah




25
4
Menjelaskan hikmah dari jujur, amanah, dan istiqamah
Menjelaskan hikmah jujur, amanah, dan istiqamah



25


Aspek yang di nilai     :
1.                  Kejelasan dalam kedalaman materi
2.                  Keaktifan dalam diskusi / Tanya jawab
3.                  Sikap dan kerapian di dalam kelas

Mengetahui :
Guru Pamong


Darmawati, S.Ag
NIP. 197011222006042005


Tanjung Redeb, 01 Desember 2014
Mahasiswa

Mukhamad Hisam
Kepala Sekolah

Drs. Darmanto
NIP.19771201 201103 199901