RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
A.
Materi pokok
1.
Pengertian Kejujuran, Amanah
, dan Istiqamah
2.
Hikmah dari Kejujuran,
Amanah , dan Istiqamah
B.
Alokasi waktu : 2 x 35
menit
C.
Kompetensi Inti ( KI )
KI.2
Menghargai dan menghayati perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun dan
percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI.3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual,
dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni budaya terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata.
KI.4 Mencoba, mengolah, dan menyaji, dalam ranah
konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dalam
ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
D.
Kompetensi Dasar
2.1 Menghargai perilaku jujur sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. al- Baqarah/2:42
dan hadis terkait.
2.5 Menghargai perilaku amanah sebagai implementasi dari Q.S. al-Anfal /8: 27 dan hadis terkait.
2.6 Menghargai perilaku istiqamah sebagai implementasi dari
pemahaman Q.S. al Ahqaf/46:13
dan hadis terkait.
3.6 Memahami makna amanah sesuai kandungan Q.S.
al-Anfal/8:27 dan hadis terkait.
3.7 Memahami makna istiqamah sesuai kandungan Q.S. al- Ahqaf/46:13 dan hadis
terkait.
4.6 Mencontohkan perilaku amanah sesuai kandungan dari Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis terkait.
4.7 Mencontohkan perilaku istiqamah sesuai kandungan Q.S. al- Ahqaf/46:13 dan hadis terkait.
E.
Indikator Pencapaian
Kompetensi
1.
Menjelaskan Kejujuran,
Amanah , dan Istiqamah
2.
Memberikan contoh Kejujuran,
Amanah , dan Istiqamah dalam kehidupan sehari – hari.
3.
Memahami kandungan
dari Q.S. al- Baqarah/2:42 dan hadis terkait.
4.
Memahami kandungan
dari Q.S. al-Anfal /8: 27 dan hadis terkait.
5.
Memahami kandungan
dari Q.S. al Ahqaf /46:13 dan hadis
terkait.
F.
Tujuan Pembelajaran
Peserta
didik mampu:
1. Menyebutkan
pengertian jujur, sesuai dengan Q.S.
al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait.
2. Menjelaskan
makna jujur sesuai dengan Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang
terkait.
3. Menunjukkan
contoh jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Baqarah/ 2:42 dan hadis
yang terkait.
4. Menampilkan
perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Baqarah/ 2:42 dan hadis
yang terkait.
5. Menyebutkan
pengertian am±nah sebagai
implementasi dari Q.S. al Anfal/8:27 dan
hadis yang terkait.
6. Menjelaskan
makna amanah sebagai
implementasi dari Q.S. al Anfal/8:27 dan
hadis yang terkait.
7. Menunjukkan
contoh perilaku amanah sebagai
implementasi dari Q.S. al Anfal/8:27 dan
hadis yang terkait.
8. Menampilkan
contoh perilaku am±nah sebagai
implementasi dari Q.S. al Anfal/8:27 dan
hadis yang terkait.
9. Menyebutkan
pengertian istiqamah sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. al-
Ahqaf/46:13 dan hadis yang
terkait.
10. Menjelaskan
makna istiqamah sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S. al-
Ahqaf/46:13 dan hadis yang
terkait.
11. Menunjukkan
contoh perilaku istiqamah sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S.al-
Ahqaf/46:13 dan hadis yang
terkait.
12. Menampilkan
contoh perilaku istiqamah sebagai
implementasi dari pemahaman Q.S.al-
Ahqaf/46:13 dan hadis yang
terkait.
G.
Proses Pembelajaran
1. Persiapan
a. Mempersiapkan
media / alat bantu bisa berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton (
tulisan yang besar dan mudah dilihat / dibaca di kertas karton dan dapat juga
menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya ).
b. Pembelajaran
dimulai dengan guru mengucapkan salam dan do’a bersama, dilanjitkan dengan
memeriksa kehadiran siswa, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk,
disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
c. Guru
mengajukan pertanyaan secara komunikatif tentang materi yang akan dibahas dan
yang telah di bahas pertemuan sebelumnya.
d. Menyampaikan
tujuan pembelajaran
2.
Pelaksanaan
a. Menyampaikan
§ Guru
membacakan isi materi di ikuti dengan siswa mencatat apa yang di sampikan oleh
guru.
§ Guru
memancing pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa
tentang materi yang di sampaikan.
b. Menanya
§ Murid
bertanya kepada guru tentang apa yang ia ketahui tentang Kejujuran, Amanah ,
dan Istiqamah
§ Guru
mendorong siswa lain untuk menjawab pertanyaan siswa yang bertanya.kemudian
guru menjelaskan tentang pertanyaan tersebut.
c. Menjelaskan
§ Guru
menjelaskan materi di depan dan menuliskan di papan tulis.
§ Sesekali
guru memberikan pertanyaan kepada siswa agar siswa agar terjadi komunikasi.
d. Mengkaji
§ Peserta
didik mengkaji tentang ayat yang membahas tentang Kejujuran, Amanah , dan
Istiqamah
§ Dalam
mengkaji, terlebih dahulu di bagi menjadi beberapa kelompok yang masing –
masing kelompok berjumlah kurang lebih 5 – 7 orang.
e. Diskusi
§ Masing
– masing kelompok saling berdiskusi tentang materi yang di bahas.
f. Presentasi
§ Setiap
kelompok mengajukan perwakilan 1 orang untuk mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya
§ Setiap
kelompok wajib memberikan tanggapan berupa pertanyaan kepada kelompok yang
presentasi.
g. Mengkomunkasikan
§ Siswa
memberikan kesimpulan dari penjelasan yang telah di sampaikan oleh guru.
§ Guru
memberikan kesimpulan dari materi yang telah di sampaikan
3.
Penutup
a. Guru
memberikan penialaian singkat terkait pencapaian kompetensi dan tujuan
pembelajaran
b. Guru
bersama murid mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah di
laksanakan.
c. Guru
memberi tugas kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan datang, yaitu
tentang tata cara thaharah
d. Guru
bersama murid menutup pelajaran dengan do’a
H.
Materi
Pelajaran
JUJUR
Jujur adalah
kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang
diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang
sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Kata hati
nurani adalah sesuatu yang murni dan suci. Hati nurani selalu mengajak kita
kepada kebaikan dan kejujuran. Namun, kadang, kita enggan mengikuti hati nurani.
Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut
dusta. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang
dinamakan bohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur..
Mengapa kita
harus jujur?
Jujur itu
penting. Berani jujur itu hebat. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan
yang harmonis, baik, dan seimbang. Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi dan
dicurangi, kita harus jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya
adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi:
“Dari Abdullah
ibn Mas’ud r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu
membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga...” (H.R. Bukhari).
Ada ungkapan
yang mengatakan bahwa “kejujuran itu mahal”. Ya, kejujuran memang sangat mahal
karena berkata jujur itu terkadang sangat berat. Akan tetapi, agar dapat
dipercaya orang, kita harus jujur. Rasulullah saw. telah memberi contoh nyata
kepada kita. Pada masa jahiliyah sangat sulit mencari orang yang jujur.
Dengan
kejujuran Rasulullah saw. menjadi orang yang paling terpercaya. Beliau mendapat
gelar al-Am³n (dapat dipercaya) dari bangsa Quraisy. Kejujuran berbuah
kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur
membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membuat hati jadi was-was. Akan
tetapi kadangkala, ada orang yang tidak suka dengan kejujuran. Hal ini dapat
terjadi kalau orang itu akan terganggu oleh kejujuran kita itu. Meskipun demikian
jangan takut dan risau karena lebih banyak pihak yang mendukung kejujuran. Kejujuran
merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan dalam Islam. Seharusnya sifat jujur
juga menjadi identitas seorang muslim. Katakan bahwa yang benar itu adalah
benar dan yang salah itu salah. Jangan dicampuradukkan antara yang hak dan yang
batil. Allah Swt. berfirman:
“Dan janganlah
kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan
kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya”. (Q.S. al-Baqarah/2:42)
Hikmah
atau manfaat dari perilaku jujur adalah:
1.
mendapatkan kepercayaan dari orang lain,
2.
mendapatkan banyak teman, dan
3. mendapatkan
ketentraman hidup karena tidak memiliki kesalahan terhadap orang lain.
Amanah
Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). amanah juga berarti pesan yang
dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak
Allah Swt., seperti shalat ,
zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya. amanah berkaitan erat dengan tanggung
jawab. Orang yang menjaga amanah
biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak
menjaga amanah disebut orang
yang tidak bertanggung jawab.
Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa menjaga amanah
itu penting. Kalau kalian setuju dengan pernyataan ini, mulai sekarang kalian
harus berlatih untuk menjaga amanah.
Kalian harus berlatih untuk bertanggung jawab. Untuk berlatih tidak sulit.
Mulailah dari menjaga amanah
yang kecil-kecil, seperti bertanggung jawab saat piket kebersihan. Kalian
belajar dan sekolah dengan sungguh-sungguh. Itu juga bagian dari menjaga amanah. Melaksanakan ibadah shalat juga bagian dari menjaga amanah dari Allah Swt. Ternyata,
tanpa disadari kalian sudah mulai berlatih menjaga amanah. Siapa tahu kelak di antara kalian ada yang mendapat amanah untuk menjadi seorang
pemimpin. Jika kalian berlatih mulai dari sekarang, pada saat menjadi pemimpin
tentu tidak sulit untuk menjaga amanah.
Rasulullah saw.
bersabda:
“Dari Ibnu Umar
r.a., Rasulullah saw. bersabda:“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta
pertanggung jawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah
pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yang
dipimpinnya...” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Nah, sekarang saatnya kalian
mengetahui macam-macam bentuk am±nah.Am±nah itu dapat dibedakan menjadi
tiga macam, yaitu:
a. Amanah terhadap
Allah Swt. Amanah ini berupa
ketaatan akan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah swt.
berfirman:
”Wahai
orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul
(Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”.(Q.S. al-Anfal/8:27).
Contoh Amanah
kepada Allah Swt., yaitu menjalankan semua yang diperintahkan dan meninggalkan
semua yang dilarangnya. Bukankah kita diciptakan oleh Allah Swt. Untuk mengabdi
kepada-Nya? Orang yang mengabdi
kepada-Nya berarti telah memenuhi Amanah
- Nya. Orang yang tidak mengabdi kepada-Nya berarti telah mengingkari Amanah -Nya
b. Amanah terhadap sesama
manusia. Amanah ini meliputi hak-hak antarsesama manusia.
Misalnya, ketika dititipi pesan atau barang,
maka kita harus menyampaikannya kepada yang berhak. Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya
Allah Swt. menyuruh kamu untuk menyampaikan Amanah kepada yang berhak
menerimanya...”.(Q.S. an-Nisa’/4:58)
c. amanah terhadap diri sendiri. Amanah ini dijalani dengan memelihara
dan menggunakan segenap kemampuannya demi menjaga kelangsungan hidup,
kesejahteraan, dan kebahagiaan diri. Allah Swt. berfirman:
“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan
janjinya”(Q.S. al-Mu’minμn/23:8)
2.
Hikmah Perilaku Amanah
Orang yang
berbuat baik kepada orang lain, sesungguhnya ia telah berbuat baik kepada diri
sendiri. Begitu juga sikap am±nah memiliki
dampak positif bagi diri sendiri. Di antara hikmah amanah adalah sebagai berikut.
a. Dipercaya
orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan
atau berinteraksi antara sesama manusia.
b. Mendapatkan
simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
c. Hidupnya
akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.
3.
Perilaku Amanah dalam Kehidupan
Sehari-hari
Perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
dapat diwujudkan melalui kegiatankegiatan sebagai berikut.
a. Menjaga titipan dan mengembalikannya
seperti keadaan semula. Apabila kita dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya
barang berharga, emas, rumah, atau barang-barang lainnya, maka kita harus
menjaganya dengan baik. Pada saat barang titipan tersebut diambil oleh
pemiliknya, kita harus mengembalikannya seperti semula.
b. Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya
untuk menjaga rahasia, baik itu rahasia pribadi, rahasia keluarga, rahasia
organisasi, atau rahasia negara, maka kita wajib menjaganya supaya tidak bocor
kepada orang lain.
c. Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan
adalah amanah yang wajib
dijaga. Apabila kita diberi jabatan apapun bentuknya, maka kita harus menjaga
d. Memelihara semua nikmat yang telah
diberikan oleh Allah Swt. berupa umur kesehatan, harta benda, ilmu, dan
sebagainya. Semua nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. kepada umat manusia
adalah am±nah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya
Pengertian Istiqamah
Istiqamah berarti sikap kukuh pada pendirian
dan konsekuen dalam tindakan.
Dalam makna
yang luas, istiqamah adalah sikap
teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan
keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.
Seseorang yang
mempunyai sifat istiqamah bagaikan
batu karang yang berada di tengah-tengah lautan yang tidak tergeser sedikit
pun, meskipun dihantam oleh gelombang yang sangat besar.
Istiqamah terwujud karena adanya keyakinan
akan kebenaran dan siap menanggung risiko. Sikap ini wajib dimiliki setiap
muslim, termasuk kita sebagai pelajar. Istiqamah
dapat membantu kita untuk membentuk sikap dan perilaku yang sesuai
dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, kita sebagai pelajar harus memberikan
contoh yang
baik kepada siapa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di lingkungan
keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar. Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah,
kemudian mereka tetap istiqmah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka
tidak (pula) bersedih hati”. (Q.S. al- Ahqaf/46:13)
Ayat di atas
menjelaskan sikap orang-orang istiq±mah,
yaitu menepati dan mengikuti
garis-garis yang telah ditentukan oleh agama, menjalankan semua perintah Allah Swt. dan meninggalkan semua
larangan-Nya. Orang yang semacam itu tidak perlu khawatir terhadap diri mereka di hari kiamat karena Allah
Swt. Menjamin keselamatan
mereka.
3.
Hikmah Perilaku Istiqamah
Di antara
hikmah perilaku istiqamah adalah
sebagai berikut.
a. Orang yang istiqamah akan dijauhkan oleh Allah Swt. dari rasa takut dan
sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa
kesedihan dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang.
b. Orang yang istiqamah akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan di dunia
karena ia tekun dan ulet.
c. Orang yang istiqamah dan selalu sabar serta mendirikan shalat akan selalu dilindungi oleh
Allah swt.
3. Perilaku Istiqamah dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku istiqamah dapat
diwujudkan melalui kegiatan:
a.
selalu menjalankan perintah Allah Swt. dan
menjauhi larangan-Nya dalam
keadaan apa pun dan di mana pun;
b.
melaksanakan shalat tepat pada waktunya;
c.
belajar terus-menerus hingga paham;
d.
selalu menaati peraturan, baik yang ada
di rumah, sekolah, maupun di masyarakat;
e.
selalu menjalankan kewajibannya dengan rasa
senang dan nyaman, tidak merasa dipaksa atau dibebani.
I.
Strategi dan Metode Pembelajaran
1.
Strategi pembelajaran : Jigsaw Learning
2.
Model pembelajaran : ceramah, Tanya jawab, diskusi kelompok.
J.
Media Pembelajaran
1.
Gambar / foto anak – anak sedang mengamati
2.
Skema singkat tentang materi
3.
Papan tulis putih
K.
Penilaian Hasil Pembelajaran
1.
Teknik : non tes
2.
Bentuk : yaitu dengan memberikan pertanyaan
kepada siswa melalui acak nomer absen
3.
Dengan melihat keaktifan siswa di dalam
kegiatan belajar mengajar
|
No
|
Indikator
|
Butir Instrumen
|
jawaban
|
Skor
|
|
1
|
Menjelaskan
pengertia jujur, amanah, dan
istiqamah
|
Jelaskan
pengertian jujur, amanah, dan istiqamah
|
|
25
|
|
2
|
Menjelaskan
ayat yang membahas tentang jujur, amanah, dan istiqamah
|
Jelaskan
ayat yang membahas tentang jujur, amanah, dan istiqamah
|
|
25
|
|
3
|
Menjelaskan
macam – macam Amanah
|
Sebutkan
macam – macam Amanah
|
|
25
|
|
4
|
Menjelaskan hikmah dari jujur,
amanah, dan istiqamah
|
Menjelaskan
hikmah jujur, amanah, dan istiqamah
|
|
25
|
Aspek
yang di nilai :
1.
Kejelasan dalam
kedalaman materi
2.
Keaktifan dalam
diskusi / Tanya jawab
3.
Sikap dan kerapian di
dalam kelas
|
Mengetahui :
Guru Pamong
Darmawati, S.Ag
NIP. 197011222006042005
|
|
Tanjung Redeb, 01 Desember
2014
Mahasiswa
Mukhamad
Hisam
|
Kepala Sekolah
Drs. Darmanto
NIP.19771201
201103 199901
The Borgata: Baccarat, Baccarat, Poker, Slots, and Craps
BalasHapusIn this installment 바카라사이트 of our series of worrione online baccarat, we break down all the games that have gone on at The Borgata Hotel Casino & Spa in Atlantic deccasino City.