RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
A.
Materi pokok
1.
Pengertian beriman kepada Allah SWT.
2.
Pengertian al - asmaul husna
3.
Menyebutkan macam – macam al – asmaul
husna
B.
Alokasi waktu : 2 x 35 menit
C.
Kompetensi Inti
1.
Menghargai dan menghayati
ajaran agama yang dianutnya.
2.
Menghargai dan menghayati
perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong),
santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.
Memahami pengetahuan
(faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
4.
Mencoba, mengolah, dan
menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,
dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori.
D.
Kompetensi Dasar
1.1 Beriman Kepada Allah Swt
3.1 Memahami makna al asmaul husna, al –
alim, al – khabir, as – sami’, dan al – basir.
4.1 Menyajikan contoh perilaku
yang mencerminkan keteladanan dari sifat al asmaul husna, al – alim,
al – khabir, as – sami’, dan al – basir.
E.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.
Menjelaskan makna al – asmaul husna
2.
Menyebutkan macam – macam al - asmaul
husna
3.
Menjelaskan hikmah beriman kepada Allah
SWT.
F.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu :
1. Menunjukkan
dalil naqli dan aqli terkait dengan iman kepada Allah swt.
2.
Menyebutkan pengertian al
asmaul husna, al – alim, al – khabir, as – sami’, dan al – basir.
3.
Menjelaskan makna al
asmaul husna, al – alim, al – khabir, as – sami’, dan al – basir.
4.
Mengidentifikasi perilaku beriman
kepada Allah swt.
5.
Melaksanakan perintah Allah swt
atas dasar iman kepada Allah swt.
6.
Mencontohkan perilaku yang
mencerminkan keteladanan dari al asmaul husna, al – alim, al –
khabir, as – sami’, dan al – basir.
G.
Proses Pembelajaran
1.
Persiapan
a.
Mempersiapkan media / alat bantu bisa
berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton ( tulisan yang besar dan
mudah dilihat / dibaca di kertas karton dan dapat juga menggunakan multimedia
berbasis ICT atau media lainnya ).
b.
Pembelajaran dimulai dengan guru
mengucapkan salam dan do’a bersama, dilanjitkan dengan memeriksa kehadiran
siswa, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk, disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
c.
Guru mengajukan pertanyaan secara
komunikatif tentang materi yang akan dibahas dan yang telah di bahas pertemuan
sebelumnya.
d.
Menyampaikan tujuan pembelajaran
2. pelaksanaan
a.
Menyampaikan
§ Guru
menyampaikan materi yang akan di bahas.
§ Guru
memancing pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa
tentang materi yang di sampaikan.
b.
Membagi kelompok
§ Guru
membagi kelompok yang masing – masing kelompok berjumlah kurang lebih 5 orang
c.
Menjelaskan
§ Guru
menjelaskan tata cara dalam membahas materi
§ Guru
bertanya kepada peserta didik apakah sudah paham dengan tata cara nya.
d.
Diskusi
§ Masing
– masing kelompok saling berdiskusi tentang materi yang mereka dapat.
§ Guru
mengawasi jalannya diskusi di kelas.
e.
Presentasi
§ Masing
– masing kelompok bergiliran memaparkan hasil diskusi kelompok mereka masing –
masing
§ Setiap
kelompok selain yang presentasi harus mengajukan pertanyaan kepada kelompok
yang presentasi.
f.
Penjelasan
§ Guru
menjelaskan lebih rinci tentang materi yang baru di presentasikan oleh
kelompok.
§ Siswa
bertanya kepada guru tentang materi yang belum mereka pahami.
3. Penutup
a.
Guru memberikan penialaian singkat
terkait pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran
b.
Guru bersama murid mengadakan refleksi
terhadap pembelajaran yang telah di laksanakan.
c.
Guru memberi tugas kepada siswa untuk
mempelajari materi yang akan datang, yaitu tentang tata cara thaharah
d.
Guru bersama murid menutup pelajaran
dengan do’a
H.
Materi Pelajaran
Pernahkah kamu
merasa dekat dengan Allah Swt. sehingga perasaanmu merasa begitu tenang?
Pernahkah kamu merasa jauh dengan-Nya sehingga jiwamu terasa hampa? Melalui
uraian berikut ini, mari kita belajar untuk lebih mengenal namanama Allah Swt.
yang indah dan berusaha menjadi lebih dekat dengan-Nya. Allah Swt. memiliki
kasih dan sayang yang begitu besar terhadap hamba-Nya.
Kita boleh
bermohon apa saja kepada-Nya. Syaratnya, tentu kita harus yakin akan
keberadaan-Nya. Kalau kita belum yakin bahwa Allah Swt. itu ada, sudah barang
tentu doa kita juga sia-sia.
Jadi, sebelum
berdoa kepada Allah Swt., kita harus yakin terlebih dulu bahwa Allah Swt. dapat
memberikan apa yang kita butuhkan. Itu artinya kita harus beriman kepada-Nya.
Apakah iman
itu? Kata iman berasal dari bahasa Arab yang bermakna percaya. Makna iman dalam
pengertian ini adalah percaya dengan sepenuh hati, diucapkan dengan lisan dan
diamalkan dalam perbuatan sehari-hari.
Menjadi
orang yang beriman bukan persoalan yang ringan atau mudah. Sebagai manusia yang
memiliki pertanggungjawaban kepada Allah Swt., iman menjadi sangat penting.
Allah Swt. sendiri yang memerintahkan kita untuk beriman, sebagaimana firman-Nya
”Wahai
orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul- Nya (Muhammad)
dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul- Nya, serta kitab
yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu
telah tersesat sangat jauh.”(Q.S. an-Nisa/4:136)
Keimanan
seseorang itu bisa tebal dan bisa tipis, bisa bertambah atau berkurang. Salah
satu cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah Swt. Adalah dengan
memahami nama-nama-Nya yang baik dan indah. Kita sering mendengar nama-nama
indah itu dengan sebutan al –asmaul husna.
Makna al –asmaul husna
al –asmaul
husna artinya nama-nama Allah Swt. yang
baik. Allah Swt. mengenalkan dirinya dengan nama-nama-Nya yang baik, sesuai
dengan firman-Nya:
“ Dan Allah
memiliki al –asmaul husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya
de-ngan menyebutnya al –asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang
menyalahartikan nama-nama-Nya.) Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa
yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. al-A’raf/7:180)
Rasulullah saw.
menjelaskan bahwa nama-nama Allah Swt. yang baik itu berjumlah 99. Barang siapa yang
menghafalnya maka Allah Swt. akan memasukkan ke dalam surga-Nya.
Pada bab ini
hanya empat al –asmaul husna yang akan kalian pelajari, yaitu:al –
alim, al –khabir, as- sami’ al - basir. Setelah mempelajari topik ini,
kalian diharapkan dapat menjelaskan makna keempat al –asmaul husna tersebut,
dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
1.
AL – ALIM
Al- alim
artinya Maha Mengetahui. Allah Swt. Maha Mengetahui yang tampak atau yang gaib.
Pengetahuan Allah Swt. tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Segala aktivitas
yang dilakukan oleh makhluk diketahui oleh Allah Swt. Bahkan, peristiwa yang
akan terjadi pun sudah diketahui oleh Allah Swt. Dengan kata lain, pengetahuan
Allah Swt. itu tanpa batas. Luar biasa, bukan? Agar lebih yakin perhatikan firman-Nya
berikut ini.
”Dan pada sisi
Allahlah kunci-kunci semua yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia
sendiri. dan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada
sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). dan tidak jatuh
sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau
yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauful mahfud).” (Q.S.
al-An’am/6:59)
Subhanalloh, luar biasa! Perlu
kalian ketahui bahwa Allah Swt. menyuruh kita untuk menggali ilmu
sebanyak-banyaknya, agar kalian dapat mengetahui ciptaan-Nya, baik yang ada di
langit maupun yang ada di bumi. Sesungguhnya, Allah Swt. Sangat menyukai orang
yang rajin mencari ilmu pengetahuan dan mengamalkannya. Perilaku yang dapat
diwujudkan dalam meyakini sifat Allah al - alim adalah kita harus terus-menerus
mencari ilmuilmunya Allah Swt. dengan cara belajar dan merenungi ciptaan-Nya.
Tapi ingat! Penting juga untuk diperhatikan bahwa kita tidak boleh merasa
paling pandai. Orang berilmu itu harus tetap rendah hati. Seperti pohon padi,
semakin berisi semakin merunduk.
2.
Al - khabir
Al- khabir artinya Mahateliti. Allah
Mahatelititerhadap semua ciptaan-Nya. Allah Swt. menciptakan berjuta-juta
makhluk, semuanya berfungsi sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Tidak ada
satupun ciptaan Allah Swt. yang salah sasaran. Ini menandakan bahwa Allah Mahateliti.
dalam menciptakan makhluk-Nya.
Demikian pula
Allah dapat mengetahui secara detail apa yang dikerjakan makhluknnya. Dalam Q.S.
at-Taubah/9:16 Allah Swt. berfirman:
“... dan Allah
Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 16)
Perilaku yang dapat
diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah Swt. Mahateliti adalah hendaklah
kita harus waspada dan teliti betul apa yang kita lakukan atau yang akan
kita lakukan. Kita harus teliti dan cermat dalam melaksanakan kegiatan,
baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orang yang teliti akan
mendapatkan hasil maksimal, dan tidak akan menyesal di kemudian hari.
3.
As- sami’
As
– sami’ artinya
Maha Mendengar. Allah Swt. Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam
semesta ini. Pendengaran. Allah Swt. tidak terbatas, tidak ada satu pun suara
yang lepas dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu sangat pelan. Hal ini
sesuai dengan firman-Nya:
”...
dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al - Baqarah/2:256)
Perilaku
yang mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. yang memiliki sifat Maha Mendengar
adalah kita harus mau mendengarkan orang lain yang sedang berbicara. Terlebih
lagi jika yang sedang berbicara adalah guru atau orang tua kita.
Lalu,
bagaimana sikap kita jika tidak senang terhadap apa yang disampaikannya? Tentu
kita harus sampaikan hal itu kepada lawan bicara kita dengan sikap dan bahasa
yang santun.
As – sami’juga
bisa diteladani dengan cara menjadi orang yang peka terhadap informasi. Sebagai
generasi muslim kalian tidak boleh ketinggalan informasi. Di samping itu kalian
harus terus berlatih untuk dapat memilah informasi yang baik dan yang buruk,
yang hak dan yang batil.
4.
Al
– basir
Al -basir artinya
Maha Melihat. Allah Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan
kecil. Allah
Swt. melihat apa saja yang ada di langit dan di bumi, bahkan seluruh alam
semesta ini dapat dipantau. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:
“Sesungguhnya
Allah mengetahui apa yang
gaib di langit
dan di bumi. dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al- hujurat/49:18)
Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha
Melihat adalah hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat
melihat peristiwaperistiwa yang terjadi di alam ini sebagai bahan
renungan akan kebesaran Allah Swt. Kita diajarkan untuk pandai dan
cermat dalam memandang berbagai persoalan di sekeliling kita. Namun
jangan lupa, kita juga harus selalu introspeksi diri untuk melihat
kelebihan dan kekurangan kita sendiri agar hidup menjadi lebih terarah. Sungguh
hal ini sangat indah untuk diamalkan
Hikmah Beriman Kepada Allah SWT
Orang
yang beriman tentu merasa dekat denganAllah Swt. Oleh karena merasa dekat, dia
berusaha taat, menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sungguh
bahagia dan beruntung manusia yang bisa seperti ini.
Jadi,
orang yang beriman akan medapatkan berbagai keuntungan, antara lain sebagai
berikut.
1.
Selalu mendapat pertolongan dari Allah Swt. Halini sesuai dengan firman-Nya:
”Sesungguhnya
Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan
dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).”(Q.S. al-Mμ’min/40:
51).
2.
Hati menjadi tenang dan tidak gelisah. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt.:
”(Yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
mengingat
Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.”(Q.S. ar-Ra’d/13:
28).
3.
Sepanjang masa hidupnya tidak akan pernah merasa rugi. Sebaliknya, tanpa dibekali
iman sepanjang usianya diliputi kerugian, sebagaimana firman Allah Swt. berikut
ini.
”Demi
masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling
menasihati untuk kesabaran.”(Q.S. al-A¡r/103:1-3)
I.
Strategi dan Metode Pembelajaran
1.
Strategi pembelajaran : Jigsaw
Learning
2.
Model pembelajaran : ceramah, Tanya
jawab, diskusi kelompok.
J.
Media Pembelajaran
1.
Gambar / foto anak – anak sedang mengamati
2.
Skema singkat tentang materi
3.
Papan tulis putih
K.
Penilaian Hasil Pembelajaran
5.
Teknik : non tes
6.
Bentuk :
yaitu dengan memberikan pertanyaan kepada siswa melalui acak nomer absen
7.
Dengan melihat keaktifan siswa di dalam
kegiatan belajar mengajar
|
No
|
Indikator
|
Butir Instrumen
|
jawaban
|
Skor
|
|
1
|
Menjelaskan
pengertia iman kepada allah SWT.
|
Jelaskan
pengertian iman kepada allah SWT.
|
|
25
|
|
2
|
Menjelaskan
pengertian al – asmaul husna
|
Jelaskan pengertian al –
asmaul husna
|
|
25
|
|
3
|
Menjelaskan
macam – macam al – asmaul husna
|
Sebutkan macam – macam
al – asmaul husna
|
|
25
|
|
4
|
Menjelaskan
hikmah dari al – asmaul husna
|
Menjelaskan hikmah al –
asmaul husna
|
|
25
|
Aspek
yang di nilai :
1.
Kejelasan dalam kedalaman materi
2.
Keaktifan dalam diskusi / Tanya jawab
3.
Sikap dan kerapian di dalam kelas
|
Mengetahui :
Guru
Pamong
Darmawati, S.Ag
NIP. 197011222006042005
|
|
Tanjung Redeb, 01 Desember
2014
Mahasiswa
Mukhamad
Hisam
|
Kepala Sekolah
Drs. Darmanto
NIP.19771201
201103 199901
Tidak ada komentar:
Posting Komentar