Rabu, 02 Desember 2015

rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
A.                Materi pokok
1.                  Pengertian beriman kepada Allah SWT.
2.                  Pengertian al - asmaul husna
3.                  Menyebutkan macam – macam al – asmaul husna
B.                 Alokasi waktu : 2 x 35 menit
C.                 Kompetensi Inti
1.                  Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.                  Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.                  Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.                  Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

D.                Kompetensi Dasar
1.1       Beriman Kepada Allah Swt
3.1       Memahami makna al asmaul husna, al – alim, al – khabir, as – sami’, dan al – basir.
4.1       Menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al asmaul husna, al – alim, al – khabir, as – sami’, dan al – basir.

E.                 Indikator Pencapaian Kompetensi
1.                  Menjelaskan makna al – asmaul husna
2.                  Menyebutkan macam – macam al - asmaul husna
3.                  Menjelaskan hikmah beriman kepada Allah SWT.
F.                  Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu :
1.         Menunjukkan dalil naqli dan aqli terkait dengan iman kepada Allah swt.
2.         Menyebutkan pengertian al asmaul husna, al – alim, al – khabir, as – sami’, dan al – basir.
3.         Menjelaskan makna al asmaul husna, al – alim, al – khabir, as – sami’, dan al – basir.
4.         Mengidentifikasi perilaku beriman kepada Allah swt.
5.         Melaksanakan perintah Allah swt atas dasar iman kepada Allah swt.
6.         Mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari al asmaul husna, al – alim, al – khabir, as – sami’, dan al – basir.
G.                Proses Pembelajaran
1.                  Persiapan
a.       Mempersiapkan media / alat bantu bisa berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton ( tulisan yang besar dan mudah dilihat / dibaca di kertas karton dan dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya ).
b.      Pembelajaran dimulai dengan guru mengucapkan salam dan do’a bersama, dilanjitkan dengan memeriksa kehadiran siswa, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk, disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
c.       Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif tentang materi yang akan dibahas dan yang telah di bahas pertemuan sebelumnya.
d.      Menyampaikan tujuan pembelajaran

2.         pelaksanaan
a.       Menyampaikan
§  Guru menyampaikan materi yang akan di bahas.
§  Guru memancing pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang di sampaikan.

b.      Membagi kelompok
§  Guru membagi kelompok yang masing – masing kelompok berjumlah kurang lebih 5 orang
c.       Menjelaskan
§  Guru menjelaskan tata cara dalam membahas materi
§  Guru bertanya kepada peserta didik apakah sudah paham dengan tata cara nya.
d.      Diskusi
§  Masing – masing kelompok saling berdiskusi tentang materi yang mereka dapat.
§  Guru mengawasi jalannya diskusi di kelas.
e.       Presentasi
§  Masing – masing kelompok bergiliran memaparkan hasil diskusi kelompok mereka masing – masing
§  Setiap kelompok selain yang presentasi harus mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.
f.       Penjelasan
§  Guru menjelaskan lebih rinci tentang materi yang baru di presentasikan oleh kelompok.
§  Siswa bertanya kepada guru tentang materi yang belum mereka pahami.
3.         Penutup
a.       Guru memberikan penialaian singkat terkait pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran
b.      Guru bersama murid mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah di laksanakan.
c.       Guru memberi tugas kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan datang, yaitu tentang tata cara thaharah
d.      Guru bersama murid menutup pelajaran dengan do’a

H.                Materi Pelajaran
Pernahkah kamu merasa dekat dengan Allah Swt. sehingga perasaanmu merasa begitu tenang? Pernahkah kamu merasa jauh dengan-Nya sehingga jiwamu terasa hampa? Melalui uraian berikut ini, mari kita belajar untuk lebih mengenal namanama Allah Swt. yang indah dan berusaha menjadi lebih dekat dengan-Nya. Allah Swt. memiliki kasih dan sayang yang begitu besar terhadap hamba-Nya.
Kita boleh bermohon apa saja kepada-Nya. Syaratnya, tentu kita harus yakin akan keberadaan-Nya. Kalau kita belum yakin bahwa Allah Swt. itu ada, sudah barang tentu doa kita juga sia-sia.
Jadi, sebelum berdoa kepada Allah Swt., kita harus yakin terlebih dulu bahwa Allah Swt. dapat memberikan apa yang kita butuhkan. Itu artinya kita harus beriman kepada-Nya.
Apakah iman itu? Kata iman berasal dari bahasa Arab yang bermakna percaya. Makna iman dalam pengertian ini adalah percaya dengan sepenuh hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan sehari-hari.
Menjadi orang yang beriman bukan persoalan yang ringan atau mudah. Sebagai manusia yang memiliki pertanggungjawaban kepada Allah Swt., iman menjadi sangat penting. Allah Swt. sendiri yang memerintahkan kita untuk beriman, sebagaimana firman-Nya
”Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul- Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul- Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”(Q.S. an-Nisa/4:136)
Keimanan seseorang itu bisa tebal dan bisa tipis, bisa bertambah atau berkurang. Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah Swt. Adalah dengan memahami nama-nama-Nya yang baik dan indah. Kita sering mendengar nama-nama indah itu dengan sebutan al –asmaul husna.

Makna al –asmaul husna

al –asmaul husna artinya nama-nama Allah Swt. yang baik. Allah Swt. mengenalkan dirinya dengan nama-nama-Nya yang baik, sesuai dengan firman-Nya:
“ Dan Allah memiliki al –asmaul husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya de-ngan menyebutnya al –asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya.) Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. al-A’raf/7:180)
Rasulullah saw. menjelaskan bahwa nama-nama Allah Swt. yang baik  itu berjumlah 99. Barang siapa yang menghafalnya maka Allah Swt. akan memasukkan ke dalam surga-Nya.
Pada bab ini hanya empat al –asmaul husna yang akan kalian pelajari, yaitu:al – alim, al –khabir, as- sami’ al - basir. Setelah mempelajari topik ini, kalian diharapkan dapat menjelaskan makna keempat al –asmaul husna tersebut, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

1.            AL – ALIM
Al- alim artinya Maha Mengetahui. Allah Swt. Maha Mengetahui yang tampak atau yang gaib. Pengetahuan Allah Swt. tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Segala aktivitas yang dilakukan oleh makhluk diketahui oleh Allah Swt. Bahkan, peristiwa yang akan terjadi pun sudah diketahui oleh Allah Swt. Dengan kata lain, pengetahuan Allah Swt. itu tanpa batas. Luar biasa, bukan? Agar lebih yakin perhatikan firman-Nya berikut ini.

”Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. dan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauful mahfud).” (Q.S. al-An’am/6:59)

Subhanalloh, luar biasa! Perlu kalian ketahui bahwa Allah Swt. menyuruh kita untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya, agar kalian dapat mengetahui ciptaan-Nya, baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Sesungguhnya, Allah Swt. Sangat menyukai orang yang rajin mencari ilmu pengetahuan dan mengamalkannya. Perilaku yang dapat diwujudkan dalam meyakini sifat Allah al - alim adalah kita harus terus-menerus mencari ilmuilmunya Allah Swt. dengan cara belajar dan merenungi ciptaan-Nya. Tapi ingat! Penting juga untuk diperhatikan bahwa kita tidak boleh merasa paling pandai. Orang berilmu itu harus tetap rendah hati. Seperti pohon padi, semakin berisi semakin merunduk.


2.            Al - khabir
Al- khabir artinya Mahateliti. Allah Mahatelititerhadap semua ciptaan-Nya. Allah Swt. menciptakan berjuta-juta makhluk, semuanya berfungsi sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Tidak ada satupun ciptaan Allah Swt. yang salah sasaran. Ini menandakan bahwa Allah Mahateliti. dalam menciptakan makhluk-Nya.
Demikian pula Allah dapat mengetahui secara detail apa yang dikerjakan makhluknnya. Dalam Q.S. at-Taubah/9:16 Allah Swt. berfirman:
“... dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 16)
Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah Swt. Mahateliti adalah hendaklah kita harus waspada dan teliti betul apa yang kita lakukan atau yang akan kita lakukan. Kita harus teliti dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orang yang teliti akan mendapatkan hasil maksimal, dan tidak akan menyesal di kemudian hari.

3.            As- sami’
As – sami’ artinya Maha Mendengar. Allah Swt. Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam semesta ini. Pendengaran. Allah Swt. tidak terbatas, tidak ada satu pun suara yang lepas dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu sangat pelan. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:
”... dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al - Baqarah/2:256)
Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. yang memiliki sifat Maha Mendengar adalah kita harus mau mendengarkan orang lain yang sedang berbicara. Terlebih lagi jika yang sedang berbicara adalah guru atau orang tua kita.
Lalu, bagaimana sikap kita jika tidak senang terhadap apa yang disampaikannya? Tentu kita harus sampaikan hal itu kepada lawan bicara kita dengan sikap dan bahasa yang santun.
As – sami’juga bisa diteladani dengan cara menjadi orang yang peka terhadap informasi. Sebagai generasi muslim kalian tidak boleh ketinggalan informasi. Di samping itu kalian harus terus berlatih untuk dapat memilah informasi yang baik dan yang buruk, yang hak dan yang batil.

4.            Al – basir

Al -basir artinya Maha Melihat. Allah Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan
kecil. Allah Swt. melihat apa saja yang ada di langit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta ini dapat dipantau. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang
gaib di langit dan di bumi. dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al- hujurat/49:18) Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat adalah hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melihat peristiwaperistiwa yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan akan kebesaran Allah Swt. Kita diajarkan untuk pandai dan cermat dalam memandang berbagai persoalan di sekeliling kita. Namun jangan lupa, kita juga harus selalu introspeksi diri untuk melihat kelebihan dan kekurangan kita sendiri agar hidup menjadi lebih terarah. Sungguh hal ini sangat indah untuk diamalkan

Hikmah Beriman Kepada Allah SWT

Orang yang beriman tentu merasa dekat denganAllah Swt. Oleh karena merasa dekat, dia berusaha taat, menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sungguh bahagia dan  beruntung manusia  yang bisa seperti ini.
Jadi, orang yang beriman akan medapatkan berbagai keuntungan, antara lain sebagai berikut.
1. Selalu mendapat pertolongan dari Allah Swt. Halini sesuai dengan firman-Nya:
”Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).”(Q.S. al-Mμ’min/40: 51).
2. Hati menjadi tenang dan tidak gelisah. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt.:
”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.”(Q.S. ar-Ra’d/13: 28).
3. Sepanjang masa hidupnya tidak akan pernah merasa rugi. Sebaliknya, tanpa dibekali iman sepanjang usianya diliputi kerugian, sebagaimana firman Allah Swt. berikut ini.
”Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”(Q.S. al-A¡r/103:1-3)
I.                   Strategi dan Metode Pembelajaran
1.            Strategi pembelajaran             :    Jigsaw Learning
2.            Model pembelajaran               : ceramah, Tanya jawab, diskusi kelompok.

J.                   Media Pembelajaran
1.            Gambar / foto anak – anak sedang mengamati
2.            Skema singkat tentang materi
3.            Papan tulis putih

K.                Penilaian Hasil Pembelajaran
5.            Teknik                         :  non tes
6.            Bentuk             : yaitu dengan memberikan pertanyaan kepada siswa melalui acak nomer absen
7.            Dengan melihat keaktifan siswa di dalam kegiatan belajar mengajar


No
Indikator
Butir Instrumen
jawaban
Skor
1
Menjelaskan pengertia   iman kepada allah SWT.
Jelaskan pengertian iman kepada allah SWT.


25
2
Menjelaskan pengertian al – asmaul husna
Jelaskan pengertian al – asmaul husna


25
3
Menjelaskan macam – macam al – asmaul husna
Sebutkan macam – macam al – asmaul husna




25
4
Menjelaskan hikmah dari al – asmaul husna
Menjelaskan hikmah al – asmaul husna



25

Aspek yang di nilai     :
1.                  Kejelasan dalam kedalaman materi
2.                  Keaktifan dalam diskusi / Tanya jawab
3.                  Sikap dan kerapian di dalam kelas

Mengetahui :
Guru Pamong


Darmawati, S.Ag
NIP. 197011222006042005


Tanjung Redeb, 01 Desember 2014
Mahasiswa

Mukhamad Hisam
Kepala Sekolah

Drs. Darmanto
NIP.19771201 201103 199901





Tidak ada komentar:

Posting Komentar